Senin, 16 Mei 2011

Jenis-jenis grafik yg digunakan pada trading forex
Pemakaian grafik atau chart adalah hal yang paling penting dalam analisis teknikal karena satu-satunya objek yang digunakan adalah pergerakan harga yang dapat di petakan ke chart/grafik. Beberapa jenis grafik forex yang sering dipakai dalam analisis teknikaladalah sebagai berikut:

1. Line Chart

Atau bisa disebut grafik garis, grafik ini terbentuk/ditrarik dari garis sederhana yang menghubungkan dari satu harga penutupan ke harga penutupan berikutnya. Bila dirangkai dengan menjadi sebuah garis berkesinambungan, dimana kita dapat melihat pola pergerakan harga suatu pasangan mata uang selama jangka waktu tertentu. Lihat pada gambar dibawah ini:
grafik garis


2. Bar Chart

Dalam grafik bar, mengandung informasi : harga pembukaan(Open), harga penutupan(Close), serta dinamika pergerakan harga(High/Tertinggi - Low/Terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah, sementara bagian atas adalah harga tertinggi, dalam suatu kurun waktu tertentu. Kurun waktu ini bervariasi, bisa dalam 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam, 1 hari, dan 1 bulan.
Dalam istilah trading forex kurun waktu ini sering pula disebut dengan Time Frame.
Garis potong disebelah kiri menunjukkan harga pembukan, dan di sebelah kanan menunjukan harga penutupan. Lihat gambar dibawah untuk lebih jelasnya.
grafik bar
Grafik bar ini juga sering disebut dengan 'OHLC' chart. Mengacu dari Open High Low dan Close

3. Candlestik Chart


Grafik Candlestick atau bisa juga disebut grafik lilin, menunjukkan informasi yang sama seperti pada grafik bar, namun grafik lilin tampil dalam format grafik yang lebih cantik dan indah. Dalam grafik lilin pada bagian tengah garis vertikal akan lebih lebar sehingga membentuk sebuat kotak/box. Kotak ini akan diberi warna dimana akan menandakan bahwa harga naik atau turun. Bila kotak tidak berwana/putih, menandakan harga naik, sedangkan bila kotak berwana hitam menandakan harga turun. Lihat gambar dibawah ini.

Dalam perkembangannya, orang lebih terbiasa menandakan bahwa sesuatu yang naik dengan warna hijau dan sesuatu yg turun dengan warna merah. Jadi dalam aplikasi grafik lilin biasa pula ditampilkan dengan konfigurasi warna hijau dan merah.


Jadi bila dalam kurun waktu tertentu harga penutupan > harga pembukaan, maka kotak akan berwarna hijau/naik. Sebaliknya apabila harga penutupan < harga pembukaan, maka kotak akan berwarna merah.
Dengan demikian diharapkan dapat membantu dan mempercepat trader dalam melakukan analisa teknikal.

Baik, mari kita lihat tampilan grafik lilin, pada gambar di bawah ini.. Cantik sekali bukan ?


Jadi tujuan pembuatan kotak dan diwarna pada grafik lilin adalah memberikan efek bantuan secara visual bagi trader/kita, agar lebih cepat dalam melihat.

Sampai disini, pertanyaanya : Baik jadi mana yg harus digunakan ? jawabannya jelas yaitu grafik ke 3 = grafik lilin/candlestick. Rata-rata semua trader akan menggunakan grafik lilin ini. Dan sampai saat ini tetap dianggap yg paling bagus, lengkap, mudah dan informatif.

Berikut adalah nilai plus lebih dalam menggunakan grafik candlesticks : 
* Memberikan kemudahan dalam menafsirkan suatu pergerakan harga.
* Kemudahan untuk dipahami.
* Nantinya pola rangkaian lilin, akan disimpulkan dalam pola-pola tertentu, dimana itu dapat digunakan sebagi proyeksi pergerakan dalam analisa forex.
* Grafik candlestick baik digunakan untuk mengidentifikasi titik balik(reversal) dari suatu tren.

Baik jika Anda merasa grafik ini keren, tidak ada salahnya Anda ganti grafik yg ada di software trading Anda(metatrader) dengan mencoba menggunakan grafik candlestick.

Rekomendasi bacaan selanjutnya Anda Mungkin tertarik membaca artikel berikut : 
- Belajar serta mengenal lebih dekat dengan grafik candlestick
- (Mahir) Untuk mempelajari pola-pola grafik candlestick dan maknanya silahkan dilihat di sini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code